Pemimpin Berintegritas dan Humanis

Dalam kesempatan kali ini saya akan membagikan buah pemikiran dari salah satu rekan saya yang merupakan seorang aktivis. M. Kridaanto, saya lebih mengenalnya sebagai sosok pemimpin yang ramah dan cerdas di sebuah organisasi eksternal kampus, IPNU IPPNU Komisariat Unnes. Ini tulisannya mengenai pemimpin.

Rekan M. Kridaanto

Oleh: M. Kridaanto *)

Krisis kepercayaan menimbulkan suatu masalah multidimensional yang memerlukan pertolongan segera agar tidak merebak menjadi permasalahan yang semrawut. Salah satu hal mendasar dalam memperbaiki persoalan yang ada adalah melalui sosok dan peran pemimpin yang mampu mengayomi dan memiliki integritas.

Dalam Islam sendiri sosok pemimpin diharapkan sebagai orang yang akan membawa pengikutnya menuju keridhoan Allah SWT. Kepemimpinan lebih menitikberatkan pada pemberian amanah. Dari amanah ini ada suatu tanggung jawab sosial.

Sosok pemimpin yang memiliki sifat, sikap dan perilakunya sangat agung adalah Nabi Muhammad SAW. Selain Nabi sebagai pemimpin agama juga sebagai pemimpin umat. Kepemimpinannya mampu menebarkan rahmatan lil’alamin (rahmat bagi semesta alam).

Karakter dari Rasulullah yang memiliki sifat Sidiq, Amanah, Tabligh, Fathonah adalah sifat yang luhur nan mulia. Melalui keempat sifat ini Nabi Muhammad menyebarkan ajaran Islam dengan penuh kesantunan dan menjadi seorang pemimpin yang tidak hanya dihormati pengikutnya bahkan oleh lawan-lawannya. Model pemimpin dalam Islam sendiri lebih ke arah pemimpin yang mampu membawa umat untuk mendekat kepada ridho Allah SWT.
Dalam kehidupan berbangsa, sosok presiden yang menjadi pemimpin sebuah negara adalah ujung tombak dari sosok kepemimpinan. Kedekatan antara umara’ dengan ulama sebagai sarana sang pemimpin bisa terus dibimbing dan dituntun, agar selalu dalam kebenaran dan bijaksana dalam kepemimpinannya.

Etika kepemimpinan ala Nabi pada zaman sekarang menjadi suri tauladan bagi munculnya pemimpin-pemimpin yang berintegritas dan berdedikasi. Karena kepemimpinan Nabi adalah sumber profetik yang telah terpraktikkan sepanjang kehidupannya. Meneladani kepemimpinan yang menghubungkan tanggung jawab sosial dengan menjadikan jabatan sebagai amanah dari Allah SWT.

Di sinipun saya menggaris bawahi bahwa pemimpin harus mampu merangkul semua golongan maupun komunitas, sehingga tidak ada diskriminasi terhadap golongan minoritas.

Sosok pemimpin yang membuat saya kagum adalah sosok Gus Dur. Kepemimpinan beliau yang pluralis (merangkul semua), berani untuk turun ke bawah dan sederhana (wara’) menjadikan beliau sebagai salah satu simbol kepemimpinan yang luar biasa. Bahkan saat menjabat beliau memperjuangkan hak dari kelompok minoritas untuk mendapat pengakuan sama dalam hukum. Bahkan Gus Dur mendapat gelar sebagai bapak Tionghoa Indonesia. Gus Dur memang sosok yang menjunjung tinggi kebersamaan tanpa membedakan-bedakan asal usul seseorang, warna kulit, bahasa, dan agama.Selain kemampuan politik dan ilmu agama, Gus Dur juga sosok yang memiliki sikap adil tanpa membeda-bedakan.

Di akhir ini saya ingin mengutip dari Syeikh Abdul Qadir al-Jilani yang pernah berpesan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin, maka setidaknya harus memiliki tiga kualitas. Yaitu Ilmul ‘Ulama (seorang yang berilmu layaknya seorang ulama’, sehingga memiliki pengaruh yang besar bagi orang-orang yang dipimpin), Hikmatul Hukama’ (seorang pemimpin harus bersikap adil & bijaksana dlm mengambil keputusan), dan Siyasatul Mulk (memiliki pengetahuan politik yang tinggi)

Hingga diharapkan kita memiliki keinginan untuk meneladani kepemimpinan Nabi dan sosok-sosok pemimpin humanis yang baik suluk (laku)nya.

*) Mahasiswa; Aktivis Cultural Freedom
Like

Image

Kunjungi Sahadewa

Kunjungi Sahadewa

Kalau teman-teman mau liburan atau belajar ke Bali, dan tertarik dengan wisata budayanya, jangan upa kunjungi obyek wisata Sawadewa, dijamin kebutuhan wisata budaya akan terlengkapi.
Di sana kita akan disuguhi tari kecak dan atraksi budaya khas Bali lainnya.
Kita juga bisa poto bareng sama para pemainnya 😀

foto bareng pemain dalam tari kecak

foto bareng penari Bali

Air Terjun Irenggolo-Kediri

Air Terjun Irenggolo

2

Hayo, siapa yang sudah pernah ke sini? Ya, memang benar, Air Terjun Irenggolo ini letaknya tidak berjauhan dengan Air Terjun Dholo. (saya malah belum pernah ke Air Terjun Dholo lhoh, hehe). Irenggolo sendiri lokasinya terletak sebelum Dholo. Biaya masuk kesana saya upa berapa (hehe) karena beberapa kali saya berkunjung ke sana dalam acara bersama rekan-rekan Pecinta Alam MAN Purwoasri yang mengadakan kegiatan penempuhan almamater, oleh petugas karcis biaya masuk rombongan bisa digoyang (ditawar,red). Seingat saya, pertama saya ke sana adalah saat penempuhan adik kelas saya dan di sana saya sebagai panitia penyelenggara, yang kedua sebagai tamu undangan dalam penempuhan almamater, dan yang ke tiga saat ada acara LASKI.
Ya, lumayan bagus sih, dingin, sejuk, di sekitarnya pepohonan lebat bisa dilintasi melalui jalan setapak. Namun sayangnya, lokasi seindah itu sering digunakan pasangan muda mudi untuk melakukan “sesuatu”, terutama di kawasan pepohonan lebatnya. (hidiiih ngeri).

Lingkungan Alam Leyangan

lingkungan alam leyangan

Lingkungan alam menuju Leyangan masih hijau dan segar, namun menurut informasi dari kawan-kawan pecinta alam yang sering mengunjungi lokasi tersebut, ternyata sering terjadi pembakaran lahan hijau untuk dimanfaatkan secara berat sebelah oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab, sungguh disayangkan apabila lingkungan sehijau ini di kemudian hari rusak.

lingkungan alam leyangan

Image

Cerita di Leyangan Waterfall-Kediri

leyangan waterfall

leyangan waterfall

Air terjun Leyangan sebenarnya salah satu air terjun yang relatif “biasa saja”, tapi, ada hal istimewa yang membuat perjalanan ke air terjun Leyangan menjadi lebih menantang dan mendebarkan, sehingga setelah sampai di air terjun tersebut kita akan terkagum-kagum dengan rintangan yang telah kita lewati. Untuk bisa menuju pada air terjun Leyangan, terlebih dulu kita harus berjalan kaki selama kurang lebih dua jam, atau jaraknya sekitar 4 sampai 5 kilometer, jalanannya juga tidak mulus, banyak medan berat yang harus dilalui, mulai dari tanjakan, jalan berbatu, menyebrang sungai sampai-sampai kita bisa tersesat karena saat saya dan kawan-kawan menuju ke sana, tidak ada petunjuk jalan yang jelas yang dapat dijadikan sebagai pedoman. Mungkin ini juga ada kaitannya dengan tiket masuk ke air terjun yang nol rupiah alias gratis, tidak ada penjaga, semuanya masih alami dan indah khas lingkungan pengunungan.